header-int

Ibadah Civitas FEB ; Berdoalah Supaya Kamu Tidak Jatuh Ke Dalam Pencobaan

Senin, 04 Des 2023, 12:35:38 WIB - 344 View
Share

Ibadah Civitas FEB ; Berdoalah Supaya Kamu Tidak Jatuh Ke Dalam Pencobaan

Jayapura, Ibadah Civitas Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Ottow Geissler Papua (UOGP) di Ruang AULA FEB berjalan dengan sukses dan lancar, dihadiri oleh dosen, staf, pekerja, dan mahasiswa Fakultas Ekonomi & Bisnis UOGP (04/12/2023).

Kegiatan Kerohanian FEB UOGP yang diadakan pada hari senin itu, dimulai dengan kepemimpinan saudari Eva Maipauw sebagai pembawa acara (MC) dan saudari Sali Dewi Rorafuy sebagai liturgos. Dalam momen ini, MC membuka acara dan memberikan kesempatan kepada liturgos untuk menyampaikan liturgi ibadah.

Saat ibadah, Pendeta Nessy Jamlean menyampaikan renungan dari kitab Mazmur 91 ayat 14-15 dengan judul “Allah Tempat Perlindungan Yang Kekal”. Diyakini Allah itu adalah Pelindung, Allah itu adalah Penganyom, Allah itu selalu Peduli, Allah selalu Melindungi dan Ketika kita meminta untuk di lindungi lewat Doa yang dinaikkan. Saat-saat kita bersama dengan Tuhan didalam Doa adalah saat-saat yang dapat melepaskan kuasa yang dinamis, kuasa yang mampu mengubah keadaan yang pernah dikenal oleh dunia. Saya selalu dalam renungan, selalu mengungkapkan dengan pertanyaan-pertanyaan. 

Selanjutnya pertanyaan siapa tempat perlindungan kita. Dalam Nast (Mazmur 91:14-15) kita cukup jelas, siapa tempat perteduhan kita, apakah suami bagi istri-istri? Biasanya kan suami yang biasanya melindungi kalau ada apa-apa begitu. Apakah TNI Polri bisa melindungi? Siapa yang sebenarnya pelindung dalam kehidupan kita? Tentunya kita bilang Tuhan. Tuhanlah satu-satunya tempat perlindunganku. Dengan jelas dikatakan disitu, ”Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.” Lalu kita minta perlindungan ke tempat lain, nyaman atau tidak? Nyaman… tapi hanya bersifat sementara, tidak tetap. Tetapi kita harus minta perlindungan dalam Doa kepada Tuhan, otomatis pasti seluruh kehidupan kita itu akan selalu baik-baik saja ketika kita berjalan dengan Tuhan. Tetapi juga Bapak/Ibu Saudara-saudara kita harus tahu bersama mengikut Tuhan itu juga bagian dari pergumulan pendeta. Ketika kita berada dalam kesesakan maka kita berdoa kepada Tuhan.

Bapak/Ibu Saudara-saudara, Tuhan itu adalah jaminan, jaminan keamanan bagi siapa saja termasuk didalamnya Bapak/Ibu Saudara-saudara tetapi juga saya. Jaminan keamanan, keslamatan bagi setiap orang yang percaya. Sebab itu, Bapak/Ibu Saudara-saudara tidak ada yang bisa menandingi kuasa Tuhan, tidak ada yang bisa merubah yang menjadi keputusan Tuhan. Bapak/Ibu Saudara-saudara mungkin ada yang sudah tahu Gustur mantan presiden kita bilang apa? Yang paling dia takuti adalah Doa orang kristen. Doa orang kristen itu yang paling Dia takuti, karena apa? Karena mereka sudah menyebut-Nya Bapa. Bapak/Ibu Saudara-saudara kalau bilang Bapa itu berarti semua Bapa-bapa itu coba sentuh saya punya istri, coba sentuh saya punya anak-anak, saya tidak mau tahu, begitu… Perlindungan seorang Bapak kepada anak itulah yang diungkapkan oleh Gusdur bahwa Doa orang Kristen sangat besar Kuasanya, Amin. Bapak/Ibu Saudara-saudara. Selalu ada Amin untuk itu. Orang lain mengakui Doa kita, bagaimana dengan kita sendiri? Apakah kita mengakui Tuhan dalam Doa kita.

Yang berikut Bapak/Ibu Saudara-saudara, kalau Bapak/Ibu Saudara-saudara melihat banyak orang yang menyebutkan nama Tuhan, orang biasa bilang, e jangan bilang itu, karna itu ucapan itu adalah Doa. Tidak semua ucapan itu adalah Doa. Apakah kutukan juga adalah Doa? Karena kan bahasanya bilang ucapan itu adalah Doa, berarti kutukan juga adalah Doa, begitu? Jangan kita salah memahami kalimat-kalimat supaya jangan kita terjerumus mencari orang-orang yang tidak mau memahami dengan baik siapa itu Tuhan dalam hidup kita. Bapak/Ibu Saudara-saudara kalau mau bilang bahasa yang sangat sederhana adalah nafas hidup orang percaya, tapi kalau dibalik dalam konteks sekarang HP adalah nafas hidup orang percaya. Saya bilang HP adalah nafas hidup orang percaya, semua sudah senyum-senyum. Mengapa HP adalah nafas hidup orang percaya? Tidur tapi HP disamping, babunyi sedikit tetap akan HP buka lihat dulu. Pernahkah kita tidur tengah malam di bangunkan oleh Tuhan untuk ingatkan kita berdoa? Ada yang pernah? Kalau ada yang pernah, Puji Tuhan. Berarti kita tidur tetapi ketika Allah membangunkan kita di saat-saat tertentu, jangan lihat Handphone, tetapi marilah berdoa secara khusus minta Tuhan Jaga, Lindungi sekitar kita. Bapak/Ibu Saudara-saudara kita harus benar-benar membangun hubungan kita dengan Tuhan, kenapa hal itu demikian? Supaya kita selalu dijaga dan lindungi. Bukan berarti orang tidak berdoa hari itu dia jalan terus dia dapat tabrak lalu dia mati. Karna dia tidak berdoa begitu. Setiap orang yang berdoa kepada Tuhan, itu berarti akan dilindungi, akan selalu dan senantiasa dipelihara oleh Tuhan. Sebab itu ayat 15 bilang begini Bapak/Ibu Saudara-saudara “Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.” Kalau tadi mau datang cepat-cepat ke Kampus lupa berdoa, kalau kecelakaan di jalan, kira-kira berdoa ka tidak itu? Kira-kira kasih salahkan siapa? Diri sendiri atau orang yang tabrak? Karena kita tidak kasih salah diri sendiri. Tadi datang itu saya lupa berdoa, supaya Tuhan jaga saya. Begitupun tadi Bapak/Ibu Saudara-saudara dalam melakukan semua aktifitasmu jangan lupa untuk berdoa. Ibadah berbeda dengan berdoa, ibadah kita diatur oleh tata ibadah atau liturgi yang bisa kita kenal. Didalam ibadah ada berdoa, tetapi di dalam berdoa kita Cuma bicara dengan Tuhan, kita hanya mau bilang kepada Tuhan apa yang kita kasih.

 

Bapak/Ibu Saudara-saudara persekutuan yang diberkati Tuhan, marilah kita terus membangun hubungan kita dengan Tuhan karena Dia hanya sejauh Doa. Dia tidak dicari di tempat lain, mau ketemu Dia hanya berdoa. Hanya berdoa, bagaimana dengan mereka yang berdoa panjang-panjang sekali, Doa sudah jelas, dibilang hal berdoa, jangan berdoa Bertele-tele. Bertele-tele itu artinya panjang lebar, turun naik belum amin amin lagi.  Sampaikan apa maksud kita, cukup. Tuhan sudah tahu. Yang penting bilang mau makan, berdoa cukup untuk makan, jangan berdoa untuk siapa, apa dan sebagainya. Berdoa minta berkat untuk orang lain itu tidak apa. Tapi kalau berdoa untuk pembangunan, berdoa untuk semua keamanan dan sebagainya, padahal itu diminta Cuma untuk Doa makan. Jadi kita harus memahami benar, situasi dan kondisi ketika kita harus berdoa kepada Tuhan. Kita adalah pribadi-pribadi yang dipanggil dan diutus Tuhan untuk saling mendoakan. Karena itu Amsal 15 ayat 8 dan 29 “Doa orang jujur dikenan-Nya dan Doa orang benar di dengar-Nya.” Begitu juga kalau kita berdoa dalam persekutuan, kita harus berpikir, kita harus menjaga kekompakkan dalam beribadah, supaya Doa yang kita naikkan itu tidak sia-sia. Biasanya Bapak/Ibu Saudara-saudara, mungkin Bapak/Ibu Saudara-saudara ada yang sudah pernah pimpin ibadah ya? Kalau kita berdiri di depan kita berdoa, ada orang lain juga yang berdoa di belakang, itu menandakan kesatuan hati, kesatuan hati untuk saling mendoakan, supaya kebersamaan itu tetap ada. 

Bapak/Ibu Saudara-saudara yang Tuhan Yesus kasihi, saya ingat dosen pastoral saya bilang ketika dengan persoalan hidup, ketika nanti suatu saat, waktu itu saya mahasiswa, ketika nanti kamu ada di Jemaatmu masing-masing, ada persoalan yang sudah tidak bisa lagi untuk diatasi, tidak usah lari ke siapa-siapa, jarak antara lutut dengan lantai hanya sedengkal, berlututlah, tunduk kepala dan berdoalah kepada Tuhan. Minta supaya Tuhan tidak mengatasi masalah, tapi Tuhan menguatkan untuk tetap berjuang dan bekerja. Jadi Bapak/Ibu Saudara-saudara ketika ada dalam persoalan hidup, mari, kita diajarkan untuk kita berdoa, tunduk kepala, lipat tangan dan kita berdoa. Karena jarak antara masalah dengan kita adalah kita katakan kepada masalah kau tidak punya kuasa apapun, saya punya Tuhan yang sanggup, berlututlah, berdoalah, minta pada Tuhan. Dia akan menjawab apa yang menjadi keperluanmu. Bapak/Ibu Saudara-saudara menutup perenungan saya, saya mengingatkan Bapak/Ibu Saudara-saudara bahwa berdoa beda dengan membaca doa. Berdoa adalah kita mengungkapkan isi hati kita dengan Tuhan tetapi juga hal yang sederhana yang sering dilupakan, yang tadi Bapa dosen bilang kalau pas saya, untuk saya, enam kali berdoa itu diluar dari Doa khusus. Bangun tidur, mau tidur, dua kali berdoa, mau makan, habis makan, empat kali berdoa, mau pergi kemanapun, pulang dari manapun, harus berdoa setiap hari. Sering kita abaikan ketika makan, mari Ibu Pendeta atau Penatua atau siapa berdoa pimpin makan, tapi habis makan? Ada yang duduk lipat tangan berdoa sendiri ketika selesai makan tetapi ada yang sudah tidak lagi, begitu Bapak/Ibu Saudara-saudara. Kadang juga, mau tidur, berdoa, tapi mau bangun tidur, itu sudah cepat-cepat karena sudah terlambat, langsung cepat, jangan lupakan berdoa, itu kewajiban kita dalam satu hari. Sekali lagi saya ingatkan, bangun tidur, mau tidur, mau makan, habis makan, mau ke kampus, pulang kampus, Berdoalah supaya kamu tidak jatuh ke dalam pencobaan. Tuhan Memberkati kita dengan Firman-Nya. Amin. (yoseb).