header-int

Ibadah Civitas FEB - Jangan Bersandar Pada Pengertian Diri Sendiri

Senin, 18 Sep 2023, 22:49:02 WIB - 561 View
Share

Ibadah Civitas FEB - Jangan Bersandar Pada Pengertian Diri Sendiri,

Percayalah kepada Tuhan dengan Segenap Hatimu

Jayapura, Dihadiri oleh Pimpinan FEB, Dosen, Staf dan para Mahasiswa FEB Ibadah Civitas Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Ottow Geissler Papua (UOGP) di Ruang Kuliah C4 & C5 berlangsung dengan baik dan lancar (15/09/2023).

Kegiatan Kerohanian FEB UOGP yang diadakan setiap hari Jumat itu, dimulai dengan kepemimpinan saudari Frida Dori sebagai pembawa acara (MC) dan saudari Mirna Kristina sebagai liturgos. Dalam momen ini, MC membuka acara dan memberikan kesempatan kepada liturgos untuk menyampaikan liturgi ibadah.

Saat ibadah, Pendeta Nelince Wanma, M.Th menyampaikan renungan dari kitab Amsal 3 Ayat 1 – 7 dengan judul “Berkat dari Hikmat”. Tidak ada seseorang yang memulai suatu hal tanpa berharap akan mencapai keberhasilan. Setiap orang pasti ingin melihat hasil dari usahanya. Ketika kita menanam bunga, kita berharap bunga tersebut akan tumbuh dengan baik. Ketika kita bangun pagi dan bersiap-siap pergi ke kampus, kita berharap tiba di sana dengan selamat. Tidak seorang pun berangkat dengan taksi dengan harapan terlibat dalam kecelakaan di tengah jalan. Semua orang melakukan sesuatu dengan harapan akan meraih hasil positif. Bahkan ketika kita jatuh cinta pada seseorang, kita berharap mereka akan merespons perasaan kita dengan baik. Harapan akan hasil yang positif selalu menjadi bagian dari setiap tindakan yang kita lakukan.  

Lebih lanjut Pendeta Nelince dalam renungannya menyampaikan bahwa untuk mencapai hasil, kitalah yang menentukan di awal. Semua orang senang memilih jalan yang mudah. Hanya dia sendiri saja yang memilih jalan yang bergelombang. Dan dipilihan itu di tengahnya ada banyak kesulitan, ada banyak tantangan untuk sampai ke hadiah. Dan dia juga belum pernah bertemu Tuhan kan. Ditengah-tengah video tapi ada invisible hand (kekuatan tangan tak terlihat), itulah iman kita. Dan tangan Tuhan yang tidak kelihatan, yang tersembunyi ketika kita memilih jalan yang kita ambil kelihatan sulit tetapi itulah yang benar.

Pada Amsal pasal 3, ayat 1 sampai 7, ada tiga berkat disini, tapi saya hanya ingin mengajak kita untuk sepakat, setuju bahwa untuk mencapai hasil yang baik itu tidak gampang. Tentu saja untuk dapat nilai A  harus belajar baik. Nah, Disini saya ingin ajak kita untuk apapun yang kita rencanakan, bagi teman-teman yang sudah skripsi, yang sudah semester akhir, bagi yang baru mulai, dosen dan staf apapun yang kita rencanakan pasti kita ingin mendapatkan hasil yang baik, kata Pendeta Nelince.

Lebih jauh pada Ayat 5 dan 6 serta ayat 7, Pendeta Nelince memaparkan bahwa ayat ini menjadi bagian pertama tentang apa yang mau kita rencanakan yaitu “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah Engkau Menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan”. Inilah rahasia Sukses kawan-kawan. Inilah khasiat keberhasilan dalam Iman, tutur Pendeta Nelince. 

Berikutnya, dalam ceramah Pendeta Nelince mengungkapkan bahwa ada tiga pelajaran yang penting sekali disini. Yang Pertama adalah Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu. Artinya, Kalau kita percaya kepada Tuhan dengan segenap hati, kita akan tahu jalan yang Tuhan mau kita ambil. Jalan yang kita pilih seharusnya sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh Tuhan kepada kita, ini menjadi wujud kepercayaan sungguh-sungguh kita bahwa Tuhan akan memberikan pertolongan kepada kita, demikian lafal Pendeta Nelince.  

Seterusnya Pendeta Nelince mengatakan Apakah jalan itu susah, atau gampang. Tuhan Pasti akan tolong saya. Contoh jalan yang susah, Jalan yang susah tetapi jalan itu ditentukan oleh Tuhan adalah jalan dimana orang berjalan dalam perjuangan, kejujuran, ketulusan. Waktu kita memutuskan untuk jalan sesuai yang Tuhan mau, jalannya adalah jalan jujur, jalannya adalah jalan perjuangan, jalannya adalah jalan tulus. Jalan jujur, jalan perjuangan, jalan tulus itu datang, kenapa kawan-kawan? Karena waktu kita mulai belajar jujur, kita harus tekun, karena orang jujur adalah orang tekun. Kalau orang tidak tekun dia tidak akan tekun.

Contoh kecil, di kampus harap kebiasaan nyontek itu tidak ada. Orang tidak jujur yang biasa kita tahu itu pencuri, dia penipu, itu yang kita tahu. Tapi ada hal yang tidak jujur yang kita tidak tahu. Begini waktu kawan-kawan diminta untuk belajar serius, datang dengan waktu yang tepat, lalu saudara tidak serius untuk datang dengan waktu yang tepat karena saudara menghabiskan waktu malam untuk main HP, main games dan macam-macamlah, akhirnya saudara bangun terlambat, saudara tidak belajar, saudara pergi ke kampus, saudara mengantuk dalam kelas, saudara tidak tahu apa-apa, itu artinya tidak jujur, ujar Pendeta Nelince.

Dalam khotbah Pendeta Nelince menyebutkan orang yang bersandar pada Tuhan, orang pilih jalan Tuhan dia menjadi orang jujur. Menggunakan waktu dengan baik, belajar tepat waktu, masuk kelas dengan tepat waktu, mengerti dengan pikiran yang sehat, karena dia jujur terhadap dirinya sendiri dengan menggunakan waktu. Dan itu jalan Tuhan. Jadi jangan pikir jalan Tuhan yang kita ambil kuliah itu terhadap uang. Waktu Pemda tidak bayar cepat kita punya beasiswa, atau waktu bapa dan mama tidak cepat kirim uang terus kita pergi ke kampus jalan kaki, itu yang besar, tapi yang kecilnya adalah bagaimana kita menggunakan waktu dengan jujur. Itu jalan Tuhan. Karena rupanya tantangan handphone, tantangan media sosial lebih berbahaya daripada minuman keras.

Waktu kamu beli minuman keras, mabuk, orang lihat, Tapi main handphone tidak perlu bayar, tapi menghabiskan uang, beli pulsa, habis kan. Itu tantangan paling besar hari ini. Dan banyak kita tidak tahu lucifer menggunakan itu untuk merampas jalan yang baik dari saudara. Jangan pikir lucifer jauh, lucifer itu bikin orang gila, lucifer bikin orang tukang mabuk, kalau saudara tidak suka mabuk dengan alkohol tapi saudara mabuk dengan waktu habis untuk menggunakannya bagi sesuatu yang tidak berguna lucifer sedang berkuasa atas hidup saudara.

Karena apa? Siapa bilang iblis bodoh, semua orang pasti akan bilang iblis pintar, karena iblis itu malaikat, lucifer itu malaikat kesayangan Allah. Kenapa dia menjadi setan karena dia mau merampas kemuliaan Tuhan, dia paling cantik tetapi dia dilemparkan ke bumi. Lucifer tahu banyak anak-anak Tuhan yang hari ini tidak suka alkohol, banyak anak-anak Tuhan yang hari ini sedang memuji Tuhan tetapi kita semua jatuh, yang parahnya waktu habis dengan menggunakan handphone dan disitu dia hadir. Itulah tantangan. Jalan yang tidak lurus itu berat. Maka percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu (yoseb).