Photo by Renova Simanjuntak
Jayapura - Bertempat di Sekretariat
Klasis GKI Keerom Kabupaten Keerom, Kegiatan ini di hadiri oleh Pendeta,
Pengurus Jemaat, Tokoh Masyarakat dan Tim Peneliti UOGP. (10/07/2026)
Jumat, 09 Juli 2026. Bertempat di
Sekretariat Klasis GKI Keerom Kabupaten Keerom, di lakukan FGD (Focus Group
Discussion) bagi sejumlah tokoh Masyarakat, pendeta dan pengurus jemaat dan sejumlah
pemangku kepentingan oleh Tim Peneliti Universitas Ottow Geissler Papua..
Keerom – Upaya memperkuat
perekonomian masyarakat melalui pengembangan kewirausahaan berbasis potensi
lokal mulai diwujudkan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang
menjadi tahapan awal penelitian di Kabupaten Keerom. Kegiatan ini mempertemukan
akademisi, pelaku usaha, tokoh
masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan model
kewirausahaan yang relevan dengan karakteristik dan kebutuhan daerah.
FGD diselenggarakan sebagai
bagian dari proses pengumpulan data dan validasi informasi dalam penelitian
yang bertujuan menghasilkan model kewirausahaan yang mampu mendorong
pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan. Melalui forum ini, para peserta
berbagi pengalaman, mengidentifikasi potensi unggulan daerah, sekaligus
memberikan masukan terhadap berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha.
Beberapa sektor yang menjadi
fokus pembahasan antara lain pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan,
serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini menjadi penopang
perekonomian masyarakat Keerom. Selain itu, peserta juga menyoroti pentingnya
peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kemudahan akses pembiayaan,
penguatan kelembagaan usaha, pemanfaatan teknologi digital, dan perluasan
jaringan pemasaran sebagai faktor penting dalam pengembangan kewirausahaan.
Ketua tim peneliti Renova
Simanjuntak menyampaikan bahwa FGD merupakan langkah strategis untuk memastikan
model kewirausahaan yang dikembangkan benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat
dan potensi lokal.
"Penelitian ini tidak hanya bertujuan menghasilkan
kajian akademik, tetapi juga menawarkan model kewirausahaan yang aplikatif dan
dapat diimplementasikan sebagai acuan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat
Kabupaten Keerom," ujarnya.
Masukan yang diperoleh dari para
peserta akan dianalisis sebagai dasar penyusunan model kewirausahaan berbasis
potensi lokal yang diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi pemerintah daerah,
dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menyusun program
pengembangan ekonomi masyarakat.
Melalui kolaborasi antara
perguruan tinggi, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, penelitian
ini diharapkan mampu menghasilkan inovasi kebijakan yang memperkuat ekosistem
kewirausahaan, meningkatkan daya saing UMKM, menciptakan lapangan kerja, serta
mendorong terwujudnya kemandirian ekonomi dan pembangunan daerah yang
berkelanjutan di Kabupaten Keerom.** By Jimmi Duri.