FGD Awali Pengembangan Model Kewirausahaan Berbasis Potensi Lokal melalui Penelitian di Kabupaten Keerom
FEBUOGP | 13 Juli 2026 | Dibaca 33 kali |

Photo by Renova Simanjuntak

Jayapura -  Bertempat di Sekretariat Klasis GKI Keerom Kabupaten Keerom, Kegiatan ini di hadiri oleh Pendeta, Pengurus Jemaat, Tokoh Masyarakat dan Tim Peneliti UOGP. (10/07/2026)

Jumat, 09 Juli 2026. Bertempat di Sekretariat Klasis GKI Keerom Kabupaten Keerom, di lakukan FGD (Focus Group Discussion) bagi sejumlah tokoh Masyarakat, pendeta dan pengurus jemaat dan sejumlah pemangku kepentingan oleh Tim Peneliti Universitas Ottow Geissler Papua..

Keerom – Upaya memperkuat perekonomian masyarakat melalui pengembangan kewirausahaan berbasis potensi lokal mulai diwujudkan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang menjadi tahapan awal penelitian di Kabupaten Keerom. Kegiatan ini mempertemukan akademisi,  pelaku usaha, tokoh masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan model kewirausahaan yang relevan dengan karakteristik dan kebutuhan daerah.

FGD diselenggarakan sebagai bagian dari proses pengumpulan data dan validasi informasi dalam penelitian yang bertujuan menghasilkan model kewirausahaan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan. Melalui forum ini, para peserta berbagi pengalaman, mengidentifikasi potensi unggulan daerah, sekaligus memberikan masukan terhadap berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha.

Beberapa sektor yang menjadi fokus pembahasan antara lain pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini menjadi penopang perekonomian masyarakat Keerom. Selain itu, peserta juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kemudahan akses pembiayaan, penguatan kelembagaan usaha, pemanfaatan teknologi digital, dan perluasan jaringan pemasaran sebagai faktor penting dalam pengembangan kewirausahaan.

Ketua tim peneliti Renova Simanjuntak menyampaikan bahwa FGD merupakan langkah strategis untuk memastikan model kewirausahaan yang dikembangkan benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat dan potensi lokal.

"Penelitian ini tidak hanya bertujuan menghasilkan kajian akademik, tetapi juga menawarkan model kewirausahaan yang aplikatif dan dapat diimplementasikan sebagai acuan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat Kabupaten Keerom," ujarnya.

Masukan yang diperoleh dari para peserta akan dianalisis sebagai dasar penyusunan model kewirausahaan berbasis potensi lokal yang diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menyusun program pengembangan ekonomi masyarakat.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan inovasi kebijakan yang memperkuat ekosistem kewirausahaan, meningkatkan daya saing UMKM, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong terwujudnya kemandirian ekonomi dan pembangunan daerah yang berkelanjutan di Kabupaten Keerom.** By Jimmi Duri.

BAGIKAN :