Photo by Renova Simanjuntak
Jayapura - Kegiatan Pengabdian
Kepada Masyarakat (PKM), Program Studi Akuntansi FEB UOGP bertema “ Kenal
Pajak, Cinta Negeri, Wujudkan Masa Depan Cerah”. (23/10/2025)
Kamis, 23 Oktober 2025. Bertempat
di Ruang Aula Teruna Bakti Jayapura, Program Studi Akuntansi FEB UOGP
melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Edukasi Literasi Pajak
bagi Pelajar SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura.
Kegiatan Pengabdian Kepada
Masyarakat (PKM) yang di lakukan oleh Dosen dan Mahasiswa Program Studi
Akuntasi FEB UOGP, merupakan kegiatan wajib yang harus dilaksanakan oleh dosen
Perguruan Tinggi (PT) disamping melakukan pengajaran dan penelitian. Dengan melibatkan
45 siswa Kelas XI di SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura.
Pelaksanaan PKM sebagai bentuk
kontribusi dosen dalam mengurangi masalah yang ada dalam masyarakat, dengan
bantuan ilmu pengetahuan serta kreatifitas dosen sebagai tenaga pengajar.
Kegiatan ini lebih diutamakan
untuk membantu masyarakat terdekat dengan lokasi tenaga pengajar, karena memang
biasanya lebih mudah mendeteksi masalah pada Masyarakat tersebut.
Photo : Renova Simanjuntak
Ketua Program Studi Akuntansi Shofia
Y Manginte dalam salam pembukanya menyampaikan bahwa kesadaran pajak perlu
dibangun dari lingkungan sekolah, “jika kesadaran pajak terus dibangun mulai
dari lingkungan pendidikan, maka kami ingin siswa SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura
di masa depan akan memiliki generasi yang tidak lagi melihat pajak sebagai
beban, melainkan sebagai alat untuk mencapai keadilan sosial dan kesejahteraan bersama”,
ujarnya.
Seorang Guru Sekolah SMA YPPK
Teruna Bakti Jayapura, Yuliana Suwasti Lestari,S.Pd,M.Ak, menyambut baik pelaksanaan PKM ini dan
mengapresiasi keterlibatan Universitas Ottow Geissler dalam memberikan edukasi
kepada para siswa. Menurutnya, siswa SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura perlu
diberikan pemahaman bahwa pajak adalah kewajiban yang memberikan manfaat besar
bagi orang banyak. “Harapan Kami dengan adanya kegiatan ini dapat menginspirasi
siswa sebagai warga negara yang taat pajak di masa depan,” ungkapnya.
Renova Simanjuntak, Dosen Prodi
Akuntansi Universitas Ottow Geissler Papua, menjelaskan konsep perpajakan sederhana
dengan pendekatan pada kehidupan sehari-hari siswa. dengan mengilustrasikan
pajak seperti sebuah pohon, jikalau pohonnya di rawat dengan baik maka buahnya
pun subur. “Ibarat Akar pohon adalah wajib pajak, Cabang pohon yaitu jenis
pajak, Tukang kebun adalah pemerintah, dan buah pohon yaitu jenis pajak. Tanpa
pajak, negara tidak dapat berfungsi dengan baik,”, dengan terus Memotivasi Siswa
agar tidak menjadi Free Rider yang menikmati fasilitas tanpa kontribusi. “Katakan
tidak pada Free Rider”. Ujarnya
Melalui diskusi bersama siswa SMA
YPPK Teruna Bakti, terlihat bahwa banyak dari mereka yang mulai menyadari bahwa
membayar pajak bukan hanya soal kewajiban, melainkan juga wujud gotong royong
modern. Setiap rupiah yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk
fasilitas publik yang lebih baik, pendidikan yang terjangkau, hingga peluang
ekonomi yang lebih luas. Karena pada akhirnya, membayar pajak adalah bentuk
sederhana namun berarti dari rasa cinta kita kepada Indonesia.. ** By Jimmi
Duri.